ARTIKEL PENELITIAN

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE LATIHAN DI KELAS IV SEKOLAH DASAR

 

Firdaus Farizal

 

Program Studi Pendidikan Biologi FKIP universitas muhammadiyah surabaya

 

Email : fafafirdaus@gmail.com

 

 

  Abstrak :

  

   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatanketerampilan menulis siswa dengan menggunakan metode latihan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas IV SD Negeri Perak utara 1. Subjek penelitian ini adalah peneliti, kolaborator dan siswa kelas IV SD Negeri perak utara 1. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data indikator kinerja peningkatan keterampilan menulis meliputi penggunaan huruf besar, dan penggunaan tanda baca. Penelitian dilakukan sebanyak dua (2) siklus dengan hasil penelitian yang mencakup penggunaan huruf kapital dan tanda baca. Bedasarkan hasil penelitian data yang diperoleh pada siklus I meliputi penggunaan huruf kapital dan tanda baca mengalami peningkatan pada siklus II. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode latihan dapat meningkatkan keterampilan menulis pada pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas IV SD Negeri perak utara 1.

 

 

  Kata kunci : Keterampilan Menulis, Metode Latihan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Pendahuluan

 

Latar belakang

 

Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Hal ini berkaitan dengan fungsi utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Agar komunikasi dapat berjalan secara efisien dan efektif membutuhkan suatu keterampilan berbahasa melalui sebuah pembelajaran.

Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan suatu tantangan tersendiri bagi seorang guru, mengingat bahasa ini bagi sebagian sekolah merupakan bahasa pengantar yang dipakai untuk menyampaikan materi pelajaran yang lain. Hal ini sesuai dengan pendapat Suyatno (2004:8) bahwa pembelajaran bahasa Indonesia harus terintegrasi dengan penggunaan bahasa Indonesia dewasa ini terutama dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Kudharu dan Slamet (2012:3) keterampilan berbahasa Indonesia mencakup 4 (empat) hal yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan menulis dan keterampilan membaca. Kesulitan siswa Sekolah Dasar khususnya pada kelas IV, V dan VI pada mata pelajaran bahasa Indonesia adalah aspek menulis dan mendiskripsikan sesuatu. Menurut Kristiantari (2004:99) menulis merupakan kegiatan menyampaikan pesan atau komunikasi dengan menggunakan bahasa tulis sebagai medianya.

Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain (Guntur H, 2008:3). Oleh karena itu menulis menuntut pengalaman, waktu, kesempatan, pelatihan, keterampilan-keterampilan khusus. Penulis yang ulung adalah penulis yang dapat memanfaatkan situasi dengan tepat. Situasi yang harus diperhatikan berupa maksud dan tujuan penulis, pembaca atau pemirsa, dan waktu atau kesempatan.

 

Rumusan masalah

 

  1. Faktor apa saja yang terjadi siswa kesulitan dalam menulis?
  2. Bagaimana guru bahasa indonesia mengajar murid ?
  3. Berapa siswa memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) ?

 

 

 

 

 

 

TUJUAN

 

 

  1. Faktor  siswa kesulitan dalam menulis

 

A. Kurangnya minat siswa terhadap kegiatan menulis.

 

B.  Kurangnya motivasi siswa, baik dari dalam diri mereka maupun dari lingkungan belajar.

 

C. Pengembangan strategi pembelajaran yang kurang membangkitkan daya imajinasi siswa dan kreativitas siswa dalam berbahasa maupun bersastra.

 

D. Media yang digunakan dalam pembelajaran yang kurang sesuai sehingga siswa kurang bersemangat dalam belajar (Kudharu dan Slamet 2012:3).

 

  1. menggunakan metode klasikal dalam pembelajarannya, salah satunya adalah menggunakan metode ceramah. Sehingga dalam aplikasinya berupa hasil pekerjaan siswa diketahui bahwa tulisan siswa masih belum sempurna.

 

  1. Perolehan nilai rata-rata kelas yang seharusnya mencapai angka di atas 65, pada kenyatannya hanya mencapai angka 59, sehingga hanya 38 % siswa yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) bahasa Indonesia.

 

 

METODE PENELITIAN

 

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sifat penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kolaboratif dimana seorang peneliti dalam penelitiannya dibantu oleh kolaborator.

Penelitian ini berlokasi di SD Negeri perak utara 1dengan waktu penelitian yang dilakukan selama 3 bulan yaitu bulan Agustus, September dan Oktober 2012. Adapun subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV SD Negeri perak utara 1Tahun Pelajaran 2012/2013.

Prosedur Penelitian Tindakan Kelas terdiri dari beberapa siklus, apabila pada siklus 1 tujuan yang diharapkan belum tercapai maka akan dilakukan siklus berikutnya.

 

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE LATIHAN DI KELAS IV SEKOLAH DASAR

 

Firdaus Farizal

 

Program Studi Pendidikan Biologi FKIP universitas muhammadiyah surabaya

 

Email : fafafirdaus@gmail.com

 

 

  Abstrak :

  

   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatanketerampilan menulis siswa dengan menggunakan metode latihan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas IV SD Negeri Perak utara 1. Subjek penelitian ini adalah peneliti, kolaborator dan siswa kelas IV SD Negeri perak utara 1. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data indikator kinerja peningkatan keterampilan menulis meliputi penggunaan huruf besar, dan penggunaan tanda baca. Penelitian dilakukan sebanyak dua (2) siklus dengan hasil penelitian yang mencakup penggunaan huruf kapital dan tanda baca. Bedasarkan hasil penelitian data yang diperoleh pada siklus I meliputi penggunaan huruf kapital dan tanda baca mengalami peningkatan pada siklus II. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode latihan dapat meningkatkan keterampilan menulis pada pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas IV SD Negeri perak utara 1.

 

 

  Kata kunci : Keterampilan Menulis, Metode Latihan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Pendahuluan

 

Latar belakang

 

Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Hal ini berkaitan dengan fungsi utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Agar komunikasi dapat berjalan secara efisien dan efektif membutuhkan suatu keterampilan berbahasa melalui sebuah pembelajaran.

Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan suatu tantangan tersendiri bagi seorang guru, mengingat bahasa ini bagi sebagian sekolah merupakan bahasa pengantar yang dipakai untuk menyampaikan materi pelajaran yang lain. Hal ini sesuai dengan pendapat Suyatno (2004:8) bahwa pembelajaran bahasa Indonesia harus terintegrasi dengan penggunaan bahasa Indonesia dewasa ini terutama dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Kudharu dan Slamet (2012:3) keterampilan berbahasa Indonesia mencakup 4 (empat) hal yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan menulis dan keterampilan membaca. Kesulitan siswa Sekolah Dasar khususnya pada kelas IV, V dan VI pada mata pelajaran bahasa Indonesia adalah aspek menulis dan mendiskripsikan sesuatu. Menurut Kristiantari (2004:99) menulis merupakan kegiatan menyampaikan pesan atau komunikasi dengan menggunakan bahasa tulis sebagai medianya.

Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain (Guntur H, 2008:3). Oleh karena itu menulis menuntut pengalaman, waktu, kesempatan, pelatihan, keterampilan-keterampilan khusus. Penulis yang ulung adalah penulis yang dapat memanfaatkan situasi dengan tepat. Situasi yang harus diperhatikan berupa maksud dan tujuan penulis, pembaca atau pemirsa, dan waktu atau kesempatan.

 

Rumusan masalah

 

  1. Faktor apa saja yang terjadi siswa kesulitan dalam menulis?
  2. Bagaimana guru bahasa indonesia mengajar murid ?
  3. Berapa siswa memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) ?

 

 

 

 

 

 

TUJUAN

 

 

  1. Faktor  siswa kesulitan dalam menulis

 

A. Kurangnya minat siswa terhadap kegiatan menulis.

 

B.  Kurangnya motivasi siswa, baik dari dalam diri mereka maupun dari lingkungan belajar.

 

C. Pengembangan strategi pembelajaran yang kurang membangkitkan daya imajinasi siswa dan kreativitas siswa dalam berbahasa maupun bersastra.

 

D. Media yang digunakan dalam pembelajaran yang kurang sesuai sehingga siswa kurang bersemangat dalam belajar (Kudharu dan Slamet 2012:3).

 

  1. menggunakan metode klasikal dalam pembelajarannya, salah satunya adalah menggunakan metode ceramah. Sehingga dalam aplikasinya berupa hasil pekerjaan siswa diketahui bahwa tulisan siswa masih belum sempurna.

 

  1. Perolehan nilai rata-rata kelas yang seharusnya mencapai angka di atas 65, pada kenyatannya hanya mencapai angka 59, sehingga hanya 38 % siswa yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) bahasa Indonesia.

 

 

METODE PENELITIAN

 

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sifat penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kolaboratif dimana seorang peneliti dalam penelitiannya dibantu oleh kolaborator.

Penelitian ini berlokasi di SD Negeri perak utara 1dengan waktu penelitian yang dilakukan selama 3 bulan yaitu bulan Agustus, September dan Oktober 2012. Adapun subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV SD Negeri perak utara 1Tahun Pelajaran 2012/2013.

Prosedur Penelitian Tindakan Kelas terdiri dari beberapa siklus, apabila pada siklus 1 tujuan yang diharapkan belum tercapai maka akan dilakukan siklus berikutnya.

 

a. Perencanaan tindakan

 

Perencanaan siklus I meliputi menetapkan pokok bahasan, membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), menyiapkan materi pembelajaran dengan appersepsi, menyiapkan pertanyaan sesuai dengan kebutuhan, menyiapkan pelaksanaan diskusi, membuat alat observasi dan evaluasi, membuat kesepakatan dengan guru kolaborator dan observer

 

b. Pelaksanaan tindakan

 

Pelaksaanaan tindakan ini akan dilakukan pada semester ganjil tahun 2012/2013 pada akhir bulan September 2012 dengan kolaborator yaitu Afandi, S.Pd sebagai teman sejawat. Pertemuan dan sharing dengan kolaborator dilakukan sebanyak dua kali pertemuan untuk menjelaskan sistematika pelaksanaan penelitian.

 

 

 

 

c. Observasi dan evaluasi tindakan

 

Observasi dan evaluasi dilakukan setiap proses pembelajaran berlangsung dengan penunjang data kualitatif yang diperoleh selama pembelajaran berlangsung. Untuk memperoleh data yang akurat maka diperlukan kolaborator teman sejawat dalam mengumpulkan data-data yang berkait dengan penelitian yaitu Afandi, S.Pd.

 

 

d. Refleksi

 

Berdasarkan hasil observasi dilakukan refleksi yaitu dengan melihat kelemahan dan kekurangan pada siklus I. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kelemahan dan kekurangan tersebut pada siklus berikutnya.

 

Penelitian ini menggunakan teknik observasi langsung dengan alat pengumpulan data berupa lembar observasi. Analisis data ini dilakukan dengan menghitung nilai rata-rata peningkatan keterampilan menulis siswa. Untuk menentukan rata-rata nilai/skor digunakan rumus menurut Sudijono (2008:81) sebagai berikut :

 

Keterangan :

Mx = Mean / Rata-rata yang dicari

Σx = Jumlah dari skor-skor (nilai-nilai) yang ada

N = Number of case (jumlah frekuensi atau banyaknya individu)

Dari data-data tersebut kemudian dapat ditarik kesimpulan apakah tindakan yang dilaksanakan berhasil atau tidak.

 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

 

  Hasil

 

1. Pelaksanaan Penelitian

 

a. Pelaksanaan Siklus 1

 

1) Persiapan dan perencanaan penelitian siklus I

 

a) Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan materi surat tidak resmi atau surat pribadi

 

b) Menyiapkan lembar observasi untuk siswa (terlampir)

 

c) Persiapan bahan dan alat/media

 

d) Pertemuan dengan kolaborator

 

Peneliti dan kolaborator mengadakan pertemuan memperoleh kesepakatan tentang langkah-langkah tindakan dan pelaksanaan observasi. Maka diperolehlah kesepakatan siklus I akan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 19 September 2012 dengan materi menulis surat tidak resmi.

 

2) Pelaksanaan pembelajaran siklus I

 

Pelaksanaan pembelajaran siklus I mempunyai 3 tahap yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup.

Kegiatan awal peneliti memulai pelajaaran dengan memberikan salam, berdoa, mengabsen kehadiran siswa dan memberikan appersepsi dan menginformasikan tujuan pembelajaran.

Appersepsi yang dilakukan yaitu tanya jawab tentang macam-macam surat serta berlatih menulis surat tidak resmi tentang pengalaman atau cita-cita dengan menggunakan ejaan dan tanda baca yang benar.

Kegiatan inti pada pelaksanaan pembelajaran siklus I dibagi 3 tahap yaitu eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Membahas surat tidak resmi dengan ejaan dan tanda baca yang benar menggunakan metode latihan.

Pada kegiatan eksplorasi siswa membaca dan mengamati contoh surat pribadi atau surat tidak resmi untuk teman sebaya dengan penggunaan huruf besar dan tanda bacanya pada surat tersebut.

Kegiatan elaborasi, siswa memperhatikan penjelasan guru tentang bagian-bagian surat pribadi. Siswa berlatih menulis bagian-bagian surat pribadi secara berurut kemudian siswa menyempurnakan surat yang telah dibuat dengan cara membetulkan ejaan dan tanda bacanya dengan bimbingan guru. Siswa membuat kembali sepucuk surat pribadi berdasarkan contoh yang telah dibuat.

Pada kegiatan konfirmasi guru dan siswa bertanya jawab tentang bagian-bagian menulis surat untuk teman sebaya yang telah dipelajari. Guru mengklarifikasi kesalahan yang ditemui dalam pembelajaran.

Kegiatan akhir pembelajaran guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran tentang latihan menulis surat untuk teman sebaya. Guru memberikan evaluasi. Guru memberikan tindak lanjut berupa pekerjaan rumah agar siswa berlatih menulis surat pribadi dengan penggunaan huruf besar dan tanda baca yang benar. Guru menutup pelajaran dengan salam.

 

 

 

 

3) Observasi dan evaluasi siklus I

 

Siklus I kegiatan observasi dan evaluasi dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung sesuai dengan lembar observasi yang telah disiapkan. Kegiatan ini dilakukan oleh peneliti dibantu dengan 1 orang guru kolaborator guna memperoleh data yang lebih terperinci. Kegiatan ini berguna untuk melakukan refleksi maupun analisa data yang diinginkan.

 

4) Refleksi siklus I

 

Hasil perbincangan antara peneliti dan kolaborator selama observasi dilakukan terdapat kekurangan dan kelebihan pada siklus I. Adapun kelemahan dan kelebihan pada siklus I adalah sebagai berikut :

 

a. Kekurangan Siklus I

 

Berdasarkan dari lembar observasi masih terdapat beberapa yang belum maksimal. Hal ini bisa dilihat dalam pembuatan surat tidak resmi ini pada khususnya indikator tanda baca berupa tanda titik, koma dan tanya masih banyak siswa yang masih belum mengerjakan dengan baik. Permasalahan itu disebabkan oleh waktu yang di butuhkan dalam pembelajaran ini tidak berjalan sesuai yang direncanakan, karena banyak terbuang untuk kegiatan latihan membuat surat.

 

b. Kelebihan Siklus I

 

Berdasarkan dari lembar observasi, dalam pembuatan surat tidak resmi sebagian besar siswa memperhatikan yang diajarkan oleh guru, meskipun masih ada beberapa siswa yang masih berbicara.

 

5) Tindak lanjut

 

Untuk memperbaiki segala kekurangan yang terdapat pada siklus I, maka peneliti bersama guru kolaborator mengambil kesimpulan dan kesepakatan untuk melaksanakan tindakan. pada siklus II dengan materi yang sama pada siklus I yaitu membuat surat resmi atau surat pribadi.

 

 

 

 

 

b. Pelaksanaan Siklus II

 

1) Persiapan dan perencanaan penelitian siklus II

 

a) Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan materi menulis surat tidak resmi atau surat pribadi.

 

b) Menyiapkan lembar observasi untuk siswa (terlampir)

 

c) Persiapan bahan dan alat/media

 

d) Pertemuan dengan kolaborator

 

Peneliti dan kolaborator mengadakan pertemuan memperoleh kesepakatan tentang langkah-langkah tindakan dan pelaksanaan siklus II. Maka diperoleh kesepakatan siklus II yang dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 21 September 2012 dengan materi menulis surat tidak resmi atau surat pribadi.

 

2) Pelaksanaan pembelajaran siklus II

 

Pelaksanaan pembelajaran siklus II sama dengan siklus, dimana tap ini mempunyai 3 tahap yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup.

Kegiatan awal peneliti memulai pelajaaran dengan memberikan salam, berdoa, mengabsen kehadiran siswa dan memberikan appersepsi dan menginformasikan tujuan pembelajaran.

Appersepsi yang dilakukan yaitu tanya jawab tentang macam-macam surat dan disertai contoh yaitu surat tidak resmi dan surat resmi.

Kegiatan inti pada pelaksanaan pembelajaran siklus I dibagi 3 tahap yaitu eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Membahas surat tidak resmi dengan ejaan dan tanda baca yang benar menggunakan metode latihan.

Pada kegiatan eksplorasi siswa membaca contoh surat pribadi atau surat tidak resmi untuk teman sebaya. Siswa mengamati surat yang dibacanya tentang hal-hal penggunaan huruf besar dan tanda bacanya pada surat tersebut.

Kegiatan elaborasi, siswa memperhatikan penjelasan guru tentang bagian-bagian surat pribadi. Siswa berlatih menulis bagian-bagian surat pribadi secara berurut kemudian siswa menyempurnakan surat yang telah dibuat dengan cara membetulkan ejaan dan tanda bacanya dengan bimbingan guru. Siswa membuat kembali sepucuk surat pribadi berdasarkan contoh yang telah dibuat.

Pada kegiatan konfirmasi guru dan siswa bertanya jawab tentang bagian-bagian menulis surat untuk teman sebaya yang telah dipelajari. Guru mengklarifikasi kesalahan yang ditemui dalam pembelajaran.

Kegiatan akhir pembelajaran guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran tentang latihan menulis surat untuk teman sebaya. Guru memberikan evaluasi. Guru memberikan tindak lanjut berupa pekerjaan rumah agar siswa berlatih menulis surat pribadi dengan penggunaan huruf besar dan tanda baca yang benar. Guru menutup pelajaran dengan salam.

 

 

 

 

 

 

 

 

3) Observasi dan evaluasi siklus II

 

Siklus II kegiatan observasi dan evaluasi dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung sesuai dengan lembar observasi yang telah disiapkan. Kegiatan ini dilakukan oleh peneliti dibantu dengan 1 orang guru kolaborator guna memperoleh data yang lebih terperinci. Kegiatan ini berguna untuk melakukan refleksi maupun analisa data yang diinginkan.

 

4) Refleksi siklus II

 

Dari refleksi siklus II diperoleh kesepakatan antara peneliti dan kolaborator sebagai berikut :

 

1. Berdasarkan lembar observasi adanya peningkatan keterampilan menulis siswa dari siklus I ke siklus II, baik berupa indikator penulisan huruf besar dan tanda baca.

 

2. Dalam pelaksanaan siklus I dan siklus II semua kekurangan siswa maupun guru dapat teratasi dan diperbaiki dengan metode latihan. Hal ini dilihat dari peningkatan keterampilan menulis siswa yang baik berdasarkan data observasi siswa.

 

3. Penerapan metode latihan dapat membantu guru untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa kelas IV pada mata pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar Negeri 17 Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya.

 

Berdasarkan hasil refleksi tersebut peneliti bersama guru kolaborator sepakat untuk menghentikan penelitian pada siklus II. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan yang cukup baik pada siklus II/

 

 

2. Analisis Data

 

1) Penyajian data

 

Pada siklus I dan II, hasil penelitian yang dilakukan pada keterampilan menulis siswa meliputi beberapa indikator yaitu penggunaan huruf besar dan tanda baca (tanda titik, tanda koma dan tanda tanya). Adapun pengamatan pada siklus I dan II terhadap siswa kelas IV Sekolah Dasar negeri 17 Sungai Ambawang berjumlah 13 orang.

 

 

 

2) Analisis Variabel

 

Berikut ini dapat dipaparkan hasil pengamatan per indikator kinerjanya sebagai berikut :

 

1. Penggunaan huruf besar

 

Indikator kinerja untuk siswa yang terampil dalam penggunaan huruf besar pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 1,538 dari nilai maksimal 4. Sehingga secara rata-rata belum tercapai dengan baik.

Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan dalam penggunaan huruf besar, dimana diperoleh nilai rata-rata 2,846 dari nilai maksimal 4. Dari data tersebut diketahui secara rata-rata penggunaan huruf besar pada siklus II pada sebagian besar siswa sudah cukup baik.

 

2. Penggunaan tanda baca

 

Indikator kinerja untuk siswa yang terampil dalam penggunaan tanda baca yaitu tanda titik, tanda koma dan tanda tanya. Pada tanda titik

siklus I diperoleh nilai rata-rata 0,308 dari nilai maksimal 3. Sehingga secara rata-rata belum tercapai dengan baik.

Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan dalam penggunaan tanda titik, dimana diperoleh nilai rata-rata 1,000 dari nilai maksimal 3. Dari data tersebut diketahui secara rata-rata penggunaan tanda titik pada siklus II pada sebagian besar siswa belum cukup baik (untuk 50% siswa yang menggunakan tanda titik yang baik harus memperoleh nilai 1,500).

 

Pada tanda koma siklus I diperoleh nilai rata-rata 0,154 dari nilai maksimal 1. Sehingga secara rata-rata belum tercapai dengan baik.

Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan dalam penggunaan tanda koma, dimana diperoleh nilai rata-rata 0,385 dari nilai maksimal 1. Dari data tersebut diketahui secara rata-rata penggunaan tanda koma pada siklus II pada sebagian besar siswa belum cukup baik (untuk 50% siswa yang menggunakan tanda titik yang baik harus memperoleh nilai 0,500).

Pada tanda tanya siklus I diperoleh nilai rata-rata 0,077 dari nilai maksimal 2. Sehingga secara rata-rata belum tercapai dengan baik.

Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan dalam penggunaan tanda tanya, dimana diperoleh nilai rata-rata 0,615 dari nilai maksimal 2. Dari data tersebut diketahui secara rata-rata penggunaan tanda tanya pada siklus II pada sebagian besar siswa belum cukup baik (untuk 50% siswa yang menggunakan tanda titik yang baik harus memperoleh nilai 1,000).

Secara umum penggunaan tanda baca pada siklus II mengalami peningkatan yang baik dibandingkan siklus II, meskipun belum sebagian besar siswa dapat menerapkan keterampilan menulis dalam penggunaan tanda baca dengan baik.

   

  Pembahasan

 

1. Penggunaan huruf besar

 

Indikator kinerja untuk siswa yang terampil dalam penggunaan huruf besar terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II dimana pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 1,538 menjadi 2.846 dari nilai maksimal 4 pada siklus II. Sehingga secara rata-rata pada siklus I belum tercapai dengan baik. Hal ini diduga siswa kurang terlatih dan kurang memperhatikan penggunaan tanda baca pada kalimat. Bedasarkan hasil observasi, pada saat guru menerangkan masih terdapat siswa bermain dan berbicara dengan teman sekelasnya. Selain itu waktu yang dibutuhkan dalam metode latihan ini belum optimal sehingga waktu yang dibutuhkan siswa lebih lama dan siswa menjadi kurang optimal dalam mengerjakan pekerjaannya. Pada siklus II peneliti dan kolaborator merefleksi pelaksanaan pada siklus I kemudian menindak lanjuti dengan berdiskusi kepada guru kolaborator dan teman sejawat dengan Focus Group Discusion (FGD). Hasil tindak lanjut ini terus dilaksanakan ke tahap selanjutnya yaitu siklus II.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Penggunaan tanda baca

 

Secara umum penggunaan tanda baca (tanda titik, tanda koma, tanada tanya) terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada tanda titik siklus I diperoleh nilai rata-rata 0,308 menjadi 1.000 dari nilai maksimal 3 pada siklus II. Pada tanda koma siklus I diperoleh nilai rata-rata 0,154 menjadi 0.385 dari nilai maksimal 1 pada siklus II. Pada tanda tanya siklus I diperoleh nilai rata-rata 0,077 menjadi 0.615 dari nilai maksimal 2 pada siklus II. Sehingga secara rata-rata penggunaan tanda baca baik tanda titik, koma dan tanya pada siklus I belum tercapai dengan baik. Hal ini diduga siswa cenderung kurang memahami dimana kalimat yang menggunakan tanda titik, tanda koma dan tanda tanya. Hal ini disebabkan kurangnya penerapan dalam keterampilan menulis dan umumnya siswa cenderung tidak memperhatikan dalam penempatan tanda titik, tanda koma dan tanda tanya.

Jadi dalam pelaksanaan siklus I metode latihan belum meningkatkan keterampilan menulis siswa. Hal ini disebabkan oleh waktu yang tersedia belum optimal, kemudian kurangnya pemahaman siswa dalam materi yang paparkan oleh gurunya di depan kelas, dan kurangnya aktivitas siswa dalam bertanya mengenai materi yang tidak dimengertinya. Pada siklus II ini peneliti menjelaskan materi dengan menggunakan bahasa yang sederhana dalam penyampaian materi agar siswa mudah memahami penjelasan dari peneliti. Selain itu peneliti jaga memberikan tindak lanjut dalam siklus I dimana siswa di berikan pekerjaan rumah untuk menulis surat tidak resmi atau surat pribadi sehingga melatih mereka dalam keterampilan menulis. hal ini berdasarkan hasil refleksi dan diskusi peneliti, guru kolaborator dan teman sejawat dengan Focus Group Discusion (FGD).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENUTUPAN

 

 

 

SIMPULAN

 

1. Langkah–langkah yang harus dilakukan dalam menggunakan metode latihan adalah membuat persiapan berupa RPP dan menetapkan pokok bahasan, tahap pelaksanaan berupa latihan ketepatan menulis dengan membubuhkan huruf kapital dan tanda baca, dan tahap penilaian melakukan koreksian dan perbaikan.

 

2. Penerapan menggunakan metode latihan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas IV SDN perak utara 1 dengan indikator ejaan dan tanda baca yang benar meliputi huruf kapital, tanda titik, tanda koma, tanda tanya dapat meningkatkan keterampilan menulis. Pada siklus I nilai rata-rata siswa adalah 2.08 meningkat menjadi 4.85 pada siklus II.

 

Saran

Sebaiknya guru memberi contoh kepada murid agar bisa menulis, seperti huruf tegak bersambung agar supaya murid memahami ketrampilam menulis,serta meningkatkan anak anak didik sekolah dasar agar bisa menulis tegak bersambung serta pengunaan huruf besar besar diawal maupun nama orang,nama kota.

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Guntur, H. 2008. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Angkasa. Bandung

Hamruni. 2012. Strategi Pembelajaran. Insan Madani. Yogyakarta.

http://adeheryawan.blogspot.com/2010/03/metode-latihan.html. Ade Heryawan. 2010. Metode Latihan. Didownload tanggal 11 Oktober 2012.

http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2268761-kelebihan-dan-kekurangan-metode-drill/. 2012. Kelebihan dan Kekurangan Metode Drill/Latihan. Didownload tanggal 11 Oktober 2012.

I.K. Natia. 2008. Tata Bahasa Indonesia. Bintang. Surabaya.

Iskandar. 2008. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif). Gaung Persada. Jakarta.

Iskandar. 2011. Penelitian Tindakan Kelas. Gaung Persada. Jakarta.

Kristiantari, R, 2004. Menulis Deskripsi dan Narasi (Pembelajaran Menulis di Sekolah Dasar). Jakarta: Media Ilmu.

Kudharu, S dan Slamet. 2012. Meningkatkan Keterampilan Berbahasa Indonesia (Teori dan Aplikasi). Karya Putra Darwati. Bandung.

Subana dan Sunarti. 2011. Bahasa Indonesia (Berbagai Pendekatan, Metode Teknik, dan Media Pengajaran). Pustaka Setia. Bandung.

Sudijono, A. 2008. Pengantar Statistik Pendidikan. Raja Grasindo. Jakarta.

Sugiono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D). Alfabeta. Bandung.

Suyatno, 2004. Teknik Pembelajaran dan Sastra. SIC. Surabaya.

Trianto. 2010. Pengantar Penelitian Pendidikan bagi Pengembangan Profesi Pendidikan & Tenaga Kependidikan. Kencana. Jakarta

______. 2011. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Kencana. Jakarta.

 

 

 

 

 

Iklan

Makalah Coelenterata

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1   Latar Belakang

Pada umumnya Coelenterata mampu membentuk terumbu karang yang mempunyai peranan yang penting bagi ekosistem laut yakni sebagai habitat dari berbagai mahluk hidup yang ada di dalamnya.

Selain itu, berbagai jenis Coelenterata juga dimanfaatkan oleh manusia sebagai hiasan rumah.

 

1.2   Alasan Memilih Judul

Dalam penulisan Paper ini Penulis ingin melakukan penelitian di lakukan di pantai Mutun dan alasan memilih Judul “Coelenterata dan peranannya dalam kehidupan manusia” adalah:

  1. Penulis ingin membahasa kembali peranan Coelenterata.
  2. Penulis ingin mendapatkan wawasan yang lebih luas.

 

1.3   Rumusan Masalah

Penulis memiliki berbagai masalah yang ingin diajukan

  1. Apakah Coelenterata itu?
  2. Apakah peranan Coelenterata pada ekosistem laut?
  3. Apakah perann Coelenterata bagi kehidupan manusia?

 

  1. 4   Batasan Masalah

Agar laporan dalam penulisan Makalah ini sampai pada maksud dan tujuan yang di inginkan. Maka penulis membatasi permasalahan yang akan dibahas adalah apa yang disebut Coelenterata dan bagaimana peranannya dalam kehidupan manusia.

 

1.5 Tujuan Masalah

Dalam pembuatan Paper ini penulis bertujuan untuk :

1.  Ingin mengetahui kehidupan Coelenterata

2. Ingin mengetahui peran Coelenterata pada ekosistem laut dan juga  bagi manusia.

BAB II

TUJUAN PUSTAKA

 

2.1   Kajian Teori

 

2.1.1   Pengertian Coelenterata

Coelenterata berasal dari bahasa latin yaitu Coilos (rongga) dan Enteron (usus). Jadi Coelenterata adalah hewan yang memiliki rongga atau sering disebut hewan berongga.

Coelenterata memiliki dua bentuk tubuh yaitu Polip dan Medusa. Polip adalah Coelenterata pada saat tidak berpindah tempat. Sedangkan Medusa adalah Coelenterata pada saat dapat bergerak bebas di perairan. Coelenterata di bagi menjadi tiga kelas yaitu Anthozoa,Hidrozoa dan Schypozoa.

 

2.1.2   Peranan Colenterata pada Ekosistem Laut           

Coelenterata mempunyai banyak peranan dalam ekosistem laut yaitu sebagai penghias dasar laut. Keberadaan Coelenterata seperti halnya ubur-ubur (Aurelia) dengan tubuhnya yang transparan dan dapat mengeluarkan cahaya sendiri sehingga terlihat bersinar diperairan gelap. Juga mampu menambah keunikan dan keindahan ekosistem diperairan laut.

Disamping itu Coelenterata juga mampu membentuk terumbu karang sehingga berfungsi sebagai tempat berlindung dan berkembang biak berbagai jenis ikan dan melindungi pantai dari hempasan ombak yang dapat menyebabkan abrasi.

 

2.1.3   Peranan Coelenterata Bagi Kehidupan Manusia

Selain banyak peranan dalam ekosistem Coelenterata juga mempunyai peranan bagi kehidupan manusia. Diantaranya adalah : pada ubur-ubur (Aurelia) juga digunakan untuk membuat tepung ubur-ubur yang kemudian tepung ubur-ubur tersebut diolah menjadi bahan kosmetik. Selain itu ubur-ubur juga digunakan sebagai bahan makanan. Selain itu di dalam dunia medis struktur jaringan dan kekerasan rangka koral sering di manfaatkan untuk cangkok tulang di beberapa rumah sakit.

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

 

3.1    Metodologi Observasi

Menurut James A.Block menyatakan bahwa Metodologi Observasi adalah suatu cara untuk mengumpulkan data-data melalui pengamatan.

 

3.2   Metodologi Dokumentasi

Menurut W.J.S Poerdarminto bahwa Metodologi Dokumentasi mengumpulkan data-data dengan mengunakn buku-buku cetak, surat kabar, notula rapat yang dijadikan sebagai bukti atau keterangan.

 

3.3   Metodologi Diskripsi

Metodologi Diskripsi adalah suatu cara mendapatkan data-data dengan pengamtan langsung pada objek.

Dalam penulisan Paper ini penulis mengunakan 2 metode yaitu :

  1.  Metodologi Observasi

Metodologi Observasi yakni dengan melakukan pengamatan beberapa biot

laut yang telah didapatkan dari observasi di pantai Mutun Lampung Selatan.

  1. Metodologi Dokumentasi

Metodologi Dokumentasi yakni mencari dan mengumpulkan data-data dari buku-buku cetak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 BAB IV

PEMBAHASAN

 

4.1   Pembahasan

Pada umumnya hewan Coelenterata memiliki mulut yang dikelilingi oleh Tantakeal yang digunakan untuk menangkap mangsa. Selain itu Coelenterata jug dilengkapi dengan rongga Gostrovaskuler yang digunakan untuk mencerna makanan. Namun Coelenterata hanya memiliki satu lubang yang berfungsi sebagai mulut dan anus. Jadi,hewan ini tidak memiki usus sebenarnya.

Coelenterata mempunyai dua bentuk yang berbeda yaitu :

1. Polip : Bentuk seperti tabung melekat pada dasar.

2. Medusa : Bentuk seperti cawan telungkup hidup bebas di perairan.

Coelenterata mempunyai sel penyengat yang disebut Nematokist. Rangka dari zat kapur atau zat tanduk reproduksi vegetatif dengan tunas dan generatif dengan pembentukan gomet. Klasifikasi Coelenterata dibagi menjadi tiga kelas.

 

4.2   Hydroza  

Hydroza Jenis dari kelas ini hidup di dalam air tawar . ujung tempa letaknya mulut disebut ujung oral. Sedangkan yang melekat pada dasar disebut ujung aboral.

Cara reproduksi tersebut adalah dengan cara vegetatif maupun generatif. Cara vegetatif dengan tunas dan cara generatif dengan pembuahan ovum oleh sperma.

Contoh : Hydra virdis Dan Obelia geniculate.

 

  1. 3   Anthozoa 

Anthozoa ini hidup di laut yang airnya jernih hewan ini selama hidupnya berupa polip (tidak memiliki bentuk medusa).

Contoh : anemone (metridium magitanum ). Akar bahar ( euplazura antipathies). Karang laut (tubipora musica).

Peranan Coelenterata ntara lain sebagai berikut :

  1. Aurelia aurita (ubur-ubur) dapat dimakan.
  2. Kelas anthozoa merupakan komponen utama pembentuk ekosistem terumbu karang.

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

 

5.1   Kesimpulan         

Setelah melakukan pengamatan Penulis dapat menyimpulkan bahwa:

  1. Ternyata Coelenterata  mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia.
  2. Batu krang yang di hasilkan Coelenterata dapat mencegah abrasi.
  3. Berbagai jenis karang dapat di manfaatkan manusia sebagai kerajinan tangan berupa hiasan rumah dan pernak pernik mainan.

 

5.2   Saran

Setelah dapat menyimpulkan dari hasil pengamtan tersebut. Penulis ingin memberikn saran:

  1. Jagalah ekosistem biota laut dan lingkungan yang ada disekitrnya.
  2. Manfaatkan biota laut sesuai kebutuhan.
  3. Jangan membuat pencemaran atu kerusakan di dalam lingkungan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 DAFTAR PUSTAKA

 

D.A Pratiwi . dkk 2007 . Biologi untuk SMA Kelas X . Jakarta : Erlangga.

Saktiyono . 2008 . Seribu pena Biologi untuk SMA/MA Kelas X . Jakarta : Erlangga.

Suwarno . 2009 . Panduan Pembelajaran Biologi untuk SMA/MA . Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional . (BSE).

Moch . Ansori dan Djoko Martono . 2009 . Biologi untuk SMA/MA Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional (BSE).

Arif Priadi . 2010 . Biologi Umum . Jakarta : Yudhistira